Bahlil: SPBU Swasta Sepakat Beli BBM dari Pertamina
Pemerintah dan sejumlah perusahaan swasta sedang menjajaki kerja sama untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) murni dari PT Pertamina Patra Niaga. Hal ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam sebuah acara di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/10/2025). Meski begitu, ia tidak mengungkapkan identitas perusahaan swasta yang telah sepakat dengan Pertamina.
“B2B antara Pertamina dengan swasta, mereka sedang berkolaborasi. Yang menurut saya dapat laporan, sudah beberapa yang sudah melakukan perjanjian,” ujar Bahlil saat memberikan pernyataannya.
Dalam kesempatan terpisah, Bahlil menegaskan bahwa setiap badan usaha yang beroperasi di Indonesia harus patuh pada aturan yang berlaku. Ia menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap hukum dan regulasi negara.
“Saya sekarang kembali menyangkut BBM, BBM ada yang bilang, ‘Pak, yang ini habis Pak, yang ini habis Pak’. Loh, ini impor, negara ini ada negara hukum, ada aturan. Bukan negara tanpa tuan,” ujarnya dalam acara Hipmi Danantara Indonesia Business Forum 2025, Senin (20/10/2025).
Menurut Bahlil, pemerintah telah memberikan keleluasaan bagi badan usaha untuk melakukan impor BBM, tetapi dengan kuota yang ditentukan. Tujuannya adalah untuk menjaga keseimbangan neraca perdagangan Indonesia.
“Kalau ada yang merasa berusaha di negara ini enggak ada aturannya, monggo cari negara lain karena negara ini kita bekerja, semua warga negara Indonesia harus patuh pada aturan main dan hukum yang berlaku di negara Republik Indonesia,” tegasnya.
Dalam catatan Bahlil, data per Juni 2025 menunjukkan bahwa impor bensin mencapai 61,73% dari kebutuhan nasional tahun ini sebesar 37,3 juta kiloliter (kl). Estimasi impor tahun ini mencapai 23,03 juta kl, sementara produksi dalam negeri hanya 14,27 juta kl.
Sementara itu, Pj Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth Dumatubun mengatakan bahwa pihaknya masih terus melanjutkan pembahasan B2B dengan perusahaan SPBU swasta terkait transaksi base fuel. Menurutnya, pembahasan masih berjalan alot. Kesepakatan final yang sebelumnya ditargetkan rampung pekan lalu belum tercapai.
“Negosiasi dan pembahasan masih berjalan, ya karena B2B ya,” kata Roberth saat dikonfirmasi Bisnis.
Dia pun tak menanggapi lebih lanjut berkaitan dengan aspek pertimbangan hingga target rampungnya kesepakatan dengan SPBU swasta. Sebelumnya, Kementerian ESDM menargetkan ketersediaan pasokan BBM di SPBU swasta dapat tersedia kembali akhir Oktober.