Influencer Peringatkan Pemegang DOGE: Jangan Tertipu Margin Trading

Peringatan Berani dari Influencer Dogecoin terhadap Penggunaan Leverage

Salah satu tokoh yang paling berpengaruh di komunitas Dogecoin (DOGE), Mishaboar, memberikan peringatan keras kepada para pemegang DOGE. Ia menyarankan agar seluruh komunitas tidak tergoda untuk menggunakan leverage dalam perdagangan kripto. Menurutnya, tindakan ini bisa berujung pada kehilangan seluruh modal.

Dalam unggahan di platform X (dulu Twitter), Mishaboar menyampaikan perhatiannya terhadap tren baru di dunia kripto. Ia mengamati bahwa sejumlah influencer dan bahkan mantan CEO bursa kripto mulai mendorong publik untuk menggunakan platform dengan leverage tinggi. Mereka sering memamerkan tangkapan layar hasil trading yang menunjukkan “keuntungan besar”, tanpa menunjukkan kerugiannya.

Menurut Mishaboar, langkah ini bukanlah sesuatu yang alami. Ia menggambarkannya sebagai “upaya terkoordinasi” antara platform trading, orang dalam industri, dan influencer berbayar untuk menarik likuiditas baru dari trader pemula yang belum memahami risiko.

“Pegang DOGE di pasar spot saja sudah berarti kalian berurusan dengan aset yang sangat volatil. Tidak perlu memperparah risiko itu dengan leverage, karena cepat atau lambat, semuanya akan hilang,” tulis Mishaboar.

Mishaboar juga menyerukan agar komunitas DOGE tidak mudah terjebak oleh promosi dari influencer yang kerap mempromosikan koin baru. Ia menuduh sebagian dari mereka memanfaatkan para pengikutnya sebagai exit liquidity — istilah yang merujuk pada situasi ketika influencer menjual asetnya setelah harga naik akibat promosi mereka.

“Unfollow saja influencer yang seperti itu,” katanya tegas. “Mereka bukan sedang membantu, tapi memanfaatkan para pengikutnya untuk keluar dari posisi mereka.”

Kritik Terhadap Tokoh Besar di Dunia Kripto

Menariknya, Mishaboar juga menyampaikan kritik sarkastik terhadap Changpeng Zhao (CZ), pendiri Binance, yang disebutnya kini “dipuji sebagai sosok tepercaya” oleh sebagian komunitas kripto di X.

Kritik tersebut muncul menjelang peringatannya terhadap “mantan CEO bursa” yang kini ikut mempromosikan platform perpetual DEX (decentralized exchange) berbasis leverage. CZ sendiri diketahui menjadi penasihat untuk Aster DEX, yang beberapa kali menyalip Hyperliquid dalam volume dan pendapatan trading derivatif. Keterlibatan tokoh besar seperti CZ dianggap memperkuat tren penggunaan leverage di kalangan trader ritel.

Tren Perdagangan Derivatif yang Mengkhawatirkan

Data terbaru menunjukkan bahwa volume perdagangan di perpetual DEX kini telah menembus USD 1 triliun per bulan, rekor tertinggi sepanjang sejarah. Namun, Mishaboar menilai tren ini bisa berbahaya karena membuat trader pemula mudah kehilangan modal tanpa memahami risiko likuidasi.

Ia menekankan pentingnya kesadaran akan risiko dalam perdagangan kripto. Baginya, hal ini lebih penting daripada sensasi dan ekspektasi keuntungan instan.

Harga Dogecoin Turun dalam 24 Jam Terakhir

Sementara itu, harga Dogecoin tercatat berada di sekitar USD 0,25 (sekitar Rp 4.150) pada Selasa siang, turun lebih dari 2 persen dalam 24 jam terakhir, menurut data CoinMarketCap.

Peringatan Mishaboar menjadi sinyal agar komunitas kripto kembali ke dasar: memahami risiko, bukan mengejar sensasi. Di tengah euforia pasar dan promosi agresif dari berbagai pihak, pesan sederhananya jelas: “lebih baik pegang spot, daripada habis karena leverage.”