Istighosah Doakan Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny, Menag: Mereka adalah Malaikat Kecil

Peristiwa Tragedi di Pesantren Al Khoziny dan Doa Bersama yang Dilakukan

Pada malam Senin (6/10), sebuah doa bersama digelar dalam rangka mengenang para korban dari tragedi ambruknya musala di Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. Acara ini dilaksanakan sebagai penutup dari Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional yang berlangsung di Wajo, Sulawesi Selatan. Menteri Agama Nasaruddin Umar hadir secara virtual untuk menyampaikan doa bagi para korban yang meninggal maupun yang terluka.

Tragedi tersebut terjadi pada hari Senin, 29 September lalu, saat santri sedang melaksanakan salat Asar berjamaah. Hingga pagi ini, jumlah korban yang meninggal mencapai 66 orang, termasuk 7 bagian tubuh, serta 104 orang selamat. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

Sehari setelah kejadian, Menteri Agama Nasaruddin Umar melakukan tinjauan langsung ke lokasi musala yang ambruk. Di tempat tersebut, dia menyampaikan rasa duka cita kepada keluarga korban, sekaligus memastikan bahwa proses penanganan korban terdampak berjalan dengan baik. Selain itu, Nasaruddin juga menyalurkan bantuan senilai Rp 610 juta untuk membantu para korban. Dia juga meminta Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur untuk melakukan langkah-langkah proaktif dalam membantu penanganan lebih lanjut.

Doa untuk para korban kembali disampaikan oleh Nasaruddin dalam momen penutupan MQK Internasional 2025 di Wajo. Dalam acara tersebut, dia hadir secara virtual dan berbicara di hadapan ribuan santri. Nasaruddin mengajak semua peserta untuk berdoa bagi para korban di Pesantren Al Khoziny. Ia menyampaikan bahwa seluruh santri yang menjadi korban telah dipulangkan, kecuali mereka yang belum teridentifikasi.

“Mari kita doakan mereka, mari kita doakan diri sendiri, mari kita doakan semuanya, semoga tahun-tahun penuh cobaan ini berlalu dan semoga Allah mengabulkan doa kita semua,” ujar Nasaruddin. Ia juga berdoa agar malaikat-malaikat kecil diterima di sisi Allah.

Nasaruddin menyampaikan bahwa anak-anak tersebut pergi dari rumah dengan niat tulus untuk mencari ilmu agama. Namun, Allah menjemput mereka dalam suasana husnul khatimah. “Ya Allah, siapa yang akan Engkau masukkan dalam surga-Mu, jika bukan mereka. Mereka masih anak-anak kecil, mungil, tanpa dosa, meninggal dalam keadaan salat,” tambahnya.

Selain itu, ia juga mendoakan agar keluarga korban diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menerima cobaan ini. Semoga mereka semua bisa menantikan orang tuanya di pintu surga.

Doa yang dipanjatkan oleh Nasaruddin diikuti oleh ribuan jemaah yang hadir, yang kemudian menunduk untuk mengaminkan. Ia berharap peristiwa ini dapat menjadi hikmah dan pelajaran bagi perbaikan di masa depan.

Apresiasi atas Penyelenggaraan MQK Nasional dan Internasional di Wajo

Nasaruddin juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas sukses penyelenggaraan MQK Nasional dan Internasional. Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Menurutnya, Wajo sangat cocok menjadi tuan rumah untuk acara nasional dan internasional. Ia berharap acara ini dapat berkesan dan semakin mempererat silaturahmi antar peserta.

Untuk diketahui, gelaran MQK Nasional ke-8 dan MQK Internasional pertama berlangsung sejak 1 Oktober 2025. Acara ini dibuka oleh Menteri Agama yang hadir pada malam pembukaan di Wajo, Sulawesi Selatan.