Strategi Lulus CPNS 2026 di Instansi yang Sedikit Peminat
Peluang Lolos CPNS 2026 di Instansi yang Sepi Peminat
Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2024 baru saja selesai, namun ada fakta menarik bagi para pencari kerja: beberapa instansi pemerintah justru sepi peminat, sehingga peluang lolos pada formasi CPNS 2026 di instansi tersebut diprediksi lebih besar. Data dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) menunjukkan ada setidaknya 10 instansi yang jumlah pelamarnya sangat minim, bahkan beberapa instansi membuka lebih banyak formasi dibanding jumlah pendaftar.
Mengapa Beberapa Instansi Pemerintah Sepi Peminat?
Biasanya, instansi populer seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan HAM, atau Kepolisian selalu menjadi favorit pelamar dengan rasio pelamar mencapai ratusan hingga ribuan orang per kursi. Namun, tahun ini tren berbeda muncul. Instansi strategis seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang membuka 500 formasi hanya diikuti oleh 486 pendaftar. Artinya, peluang untuk lolos di BRIN lebih besar dibanding instansi “primadona” lainnya.
Fenomena ini bukan berarti instansi tersebut kurang penting. Justru sebaliknya, lembaga-lembaga seperti BRIN, Badan Informasi Geospasial (BIG), dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memiliki peranan vital dalam pembangunan dan tata kelola pemerintahan. Namun, mereka cenderung kurang dikenal atau dianggap “kurang seksi” secara karier, sehingga kalah saing dalam menarik pelamar.
10 Instansi dengan Peminat Terendah di CPNS 2024
Berikut adalah daftar instansi dengan rasio pelamar terhadap formasi terendah berdasarkan data BKN 2024:
-
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Membuka 500 formasi, namun hanya ada 486 pelamar, sehingga rasio pelamar per formasi sekitar 0,97. -
Kemenko PMK
Menyediakan 65 formasi, dengan 380 pelamar atau rasio 5,85 pelamar per formasi. -
KemenPAN-RB
Membuka 61 formasi, diikuti 440 pelamar, rasio 7,21. -
Setjen Komnas HAM
Membuka 38 formasi dengan 459 pelamar, rasio 12,08. -
Setjen MPR
Menyediakan 25 formasi, dengan jumlah pelamar 505, rasio 20,20. -
BPIP
Membuka 53 formasi, ada 842 pelamar, rasio 15,89. -
Setjen Wantannas
Dengan 64 formasi dan 885 pelamar, rasio 13,83. -
BNPT
Membuka 194 formasi, dengan 972 pelamar, rasio 5,01. -
Setjen Komisi Yudisial
Menyediakan 145 formasi, diikuti 1.034 pelamar, rasio 7,13. -
Badan Informasi Geospasial (BIG)
Membuka 82 formasi dengan 1.184 pelamar, rasio 14,44.
Jika dibandingkan dengan kementerian besar yang mampu menarik puluhan ribu pelamar, angka-angka ini menunjukkan persaingan yang jauh lebih longgar dan peluang lolos yang lebih besar.
Syarat Umum CPNS yang Perlu Dipenuhi
Meski peluang di instansi sepi peminat terbuka, pelamar tetap harus memenuhi kriteria umum CPNS berikut:
- Warga Negara Indonesia usia 18–35 tahun.
- Memiliki ijazah sesuai formasi (D3, S1, atau S2).
- Tidak sedang menjalani pendidikan formal tanpa izin.
- Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI.
- Lengkapilah dokumen administrasi sejak awal, seperti KTP, KK, ijazah, transkrip nilai, pas foto, dan surat lamaran, agar lolos seleksi administrasi.
Strategi Jitu Menyambut CPNS 2026
Menteri PAN-RB Rini Widyantini mengindikasikan kemungkinan pembukaan CPNS tahun 2025 atau 2026, walaupun kuota kemungkinan lebih kecil. Bagi yang gagal tahun ini, ini waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri:
- Pantau instansi yang sepi peminat untuk peluang lebih besar, misalnya BRIN, BPIP, dan Setjen Wantannas.
- Persiapkan dokumen lengkap sejak awal.
- Buat akun SSCASN lebih awal agar siap saat pendaftaran dibuka.
- Fokus dan latih kemampuan untuk tes SKD dan SKB.
Kesimpulan
Meski instansi populer selalu ramai pelamar, ada banyak peluang di instansi strategis yang jarang dilirik. Memilih instansi dengan persaingan yang lebih longgar bisa menjadi langkah cerdas untuk meningkatkan peluang lolos menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan karier yang stabil dan prospek cerah.